Conspiracy of Artificial Intelligence
Konspirasi Kecerdasan Buatan
Ketika melihat mesin/robot yang bereaksi menyerupai
manusia, terkadangn manusia bergurau tentang sebuah masa depan, dimana manusia
akan tunduk kepada robot/mesin. Namun, dibalik gurauan tersebut terdapat sebuah
kekhawatiran. Tidak semua kaum manusia menyambut kecerdasan buatan (AI). Beberapa
tahun belakangan, seiring dengan terobosan yang dicapai dalam teknologi
kecerdasan buatan, tokoh-tokoh dalam teknologi sudah mengaitkan tentang bahaya
yang dapat disebabkan oleh kecerdasan buatan manusia, bahkan mungkin bahwa
kecerdasan buatan. Dapat menjadi “kiamat” bagi umat manusia.
Elon
Musk adalah salah satu orang yang paling kuat menyuarakan tentang bahaya
kecerdasan buatan. Pada Juli 2017 daam sebuah pertemuan gubernur-gubernur di
AS, ia mengatakan, "Saya tahu tentang teknologi kecerdasan buatan terbaru,
dan saya pikir orang-orang harus mengkhawatirkan hal ini." Paham tersebut
pun dikemukan oleh Bill gates.
Bill Gates mengatakan bahwa umat
manusia seharusnya mengkhawatirkan ancaman yang ditimbulkan oleh kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence). Bapak Microsoft ini mengatakan
kecerdasan buatan ini bisa berkembang pesat dan beliau heran dengan orang-orang
yang merasa tidak terganggu dengan keberadaan kecerdasan buatan ini.
Hal tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan
karena sejumlah pembuatan program terlihat seperti berusaha untuk membuktikan
bahwa kecerdasan buatan bias menjadi sangat menakutkan. Kilian Weinberg,
seorang profesor ilmu komputer dari Cornell University, mengungkapkan bahwa
kecerdasan buatan akan memiliki kesadaran dan mecelakakan manusia disebabkan
oleh pemahaman yang salah tentang kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan
beroperasi di bawah Batasan-batasan spesifik yang didefinisikan oleh algoritma
tertentu yang mendikte perilakunya. Beberapa masalah yang cocok dengan
kemampuan kecerdasan buatan mneyebabkan masalah tersebut mudah untuk dipecahkan
oleh mesin. Ini berarti, ketika kecerdasan buatan mampu memiliki kecerdasan
yang luar biasa dan mengidentifikasi objek dalam gambar, hanya sampai situlah
kecerdasan berakhir.
Apakah sekarang kita dapat membuat mesin cerdas? Menurut saya kita mampu. Perkembangan
teknologi di era millennial ini tak akan
berhenti karena para manusia cerdas yang haus akan adanya kemajuan teknologi
yang diciptakan , terlebih hasil teknologi pastilah bersaing dengan teknologi
yang lain, hal ini akan memotivasi diri kita untuk menciptakan karya baru
yang lebih inovatif dan berguna.
Lalu, apakah kita mampu membuat mesin memiliki
kecerdasan melebihi manusia? Jawabannya relatif, banyak yang memiliki jawaban
berbeda. Namun, menurut saya pasti tidak. Karena menurut Prof. Alois Knoll:
“Kalau orang mengira-ngira kapasitas sebuah neuron dalam bentuk kapasitas
komputer, mungkin bisa dibilang kompoter seperti SuperMUC hanya punya
seperempat persen kapasitas otak manusia”.
Dapat disimpulkan bahwa jika manusia dapat
berpikir lebih terbuka akan kecerdasann buatan dengan mengesampingkan terlebih
dahulu ketakutan itu, maka mampu dilihatnya manfaat yang ditawarkan kecerdasan buatan
ini. Contohnya, moli yang dapat mengemudikan dirinya sendiri suatu hari dapat
mengurangi angka kematian karena kecelakaan yang seringkali disebabkan oleh
kesalahan manusia.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180612201256-185-305688/alasan-kecerdasan-buatan-menakutkan
https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiq1_7VjKzeAhXXfysKHV6ACt8QjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fwww.brilio.net%2Fcreator%2Fartificial-intelligence-berbahaya-101014.html&psig=AOvVaw1Z7U4Q-Ojl9eq7I-lw60IU&ust=1540917900638881



Komentar
Posting Komentar